Dewan Komisaris

Hary Tanoesoedibjo - Komisaris Utama


Hary Tanoesoedibjo

Warga negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1965. Beliau menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Media Nusantara Citra Tbk. sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 September 2016, dan dinyatakan dalam Akta Pernyataan Rapat No. 70 tanggal 30 September 2016. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Global Mediacom Tbk. (sejak 2002), Komisaris Utama PT MNC Sky Vision Tbk. (sejak 2006), dan Direktur Utama PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (2003-2008 dan 2010-sekarang).

Sebagai pendiri MNC Group, beliau berhasil membuat BMTR dan MNCN menjadi perusahaan media terdepan di Indonesia, beliau juga secara langsung mengembangkan dan mengawasi strategi perusahaan induk dan semua anak perusahaan.

Bapak Hary Tanoesoedibjo memegang gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Kanada pada 1988 dan MBA dari Ottawa University, Kanada pada 1989 dan secara rutin menjadi pembicara di berbagai acara media di tingkat nasional dan internasional, juga mengajar di program pasca sarjana di lebih dari 150 universitas di bidang kewirausahaan dan ekonomi. Beliau juga aktif dalam olahraga dimana dia menjabat sebagai bendahara umum di KONI sejak 2003-2006 dan saat ini menjabat sebagai ketua Federasi Futsal Indonesia.

Keterlibatan Bapak Hary Tanoesoedibjo dalam politik dimulai pada 2011 dan mendirikan partai yang disebut Perindo (Persatuan Indonesia) pada bulan Oktober 2014, yang juga menjabat sebagai ketua partai. Hanya dalam beberapa tahun, ia telah membuat Perindo menjadi partai politik yang paling cepat berkembang di Indonesia saat ini.

Terdapat hubungan afiliasi dalam MNCN antara Bapak Hary Tanoesoedibjo dan Ibu Angela Herliani Tanoesoedibjo, karena hubungan keluarga.

 

Adam Chesnoff - Komisaris


Adam Chesnoff

Warga negara Amerika, lahir pada tahun 1965. Adam Chesnoff menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 12 Desember 2011, dan dinyatakan dalam Akta Pernyataan Rapat No. 49 tanggal 12 Desember di tahun yang sama. Sebagai Presiden dan Chief Operating Officer Saban Capital Group, Inc., beliau bertanggung jawab dalam pengawasan kegiatan investasi dan bisnis Perseroan, termasuk dana ekuitas swasta dan investasi pasar umum.

Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Partner Communications, anggota Dewan Direksi Univision, dan Ketua Dewan Direksi Celestial Tiger Entertainment.

Selain itu, beliau turut serta dalam membentuk dan mengarahkan grup investasi yang mengakuisisi saham mayoritas di ProSiebenSat.1 Media AG, perusahaan televisi terbesar di Jerman. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Direksi ProSiebenSat.1 (2003-2007).

Sebelumnya, beliau berkarier di Fox Family Worldwide (FFWW) selama 5 tahun, dimana beliau bertugas untuk mengawasi pengembangan bisnis di semua divisi global, termasuk saluran televisi, pemrograman, produksi, distribusi internasional dan merchandising.

Dari tahun 1994 hingga 1995, beliau bekerja dalam bidang Business Affairs and Corporate Development di Sony Pictures Entertainment dan Columbia Pictures, dimana beliau berfokus pada perencanaan strategis, analisis keuangan, serta kesepakatan penataan dan pengembangan bisnis baru di divisi Motion Picture dan Television.

Beliau lulusan dari UCLA Anderson School of Business (MBA, 1994).

 

Drs. Sutanto - Komisaris


Drs Sutanto

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1950. Drs. Sutanto menjabat sebagai Komisaris Independen sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 12 Desember 2011, dan dinyatakan dalam Akta Pernyataan Rapat No. 49 tanggal 12 Desember di tahun yang sama. Jenjang kariernya dalam pelayanan umum juga sangat gemilang, posisi penting yang pernah beliau emban antara lain sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) (2005-2008) dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) (2009-2010). Beliau lulus dari Akademi Kepolisian Nasional Republik Indonesia, AKABRI (1973), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1983), Sus Jur Pa Rengar Hankam di Bandung (1986), Sespimpol, Lembang di Bandung (1990), dan Lemhannas (2000).