Sistem Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko

Sistem Pengendalian Internal
Sistem pengendalian internal bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, kelayakan atas laporan keuangan, serta kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku dan kebijakan manajemen yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan sehari-hari sistem pengendalian internal ditujukan untuk menjaga keamanan aset Perseroan serta memastikan keakuratan data Perseroan yang menjadi sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan. Sistem pengendalian internal diwujudkan melalui formalisasi kebijakan dan prosedur Perseroan oleh Group Corporate Policy Division (GCP) yang dilakukan melalui kajian dan persetujuan sampai dengan tingkat otorisasi yang telah ditetapkan. Kebijakan dan prosedur Perseroan dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kategori, yaitu finansial, operasional, produksi, dan program, penjualan serta pemasaran dan SDM.

Sistem pengendalian internal juga diwujudkan dalam beberapa langkah Perseroan antara lain sebagai berikut:
• Penerapan nilai, etika, integritas karyawan yang diformalisasikan dalam code of conduct yang dapatdiakses oleh seluruh karyawan melalui media intranet (portal) Perseroan.
• Penggunaan program komputer yang terintegrasi dalam transaksi keuangan dan operasional (penjualan, programming dan sumber daya manusia).
• Dijalankannya fungsi supervisi oleh atasan masing-masing pihak terkait.
• Adanya pemisahan fungsi maker, checker dan approval sesuai tugas, tanggung jawab dan kewenangan dalam struktur organisasi Perseroan dan unit usaha.

Direksi melakukan evaluasi efektivitas pengendalian internal melalui Unit Audit Internal dan Auditor Eksternal.

Dalam upaya meningkatkan pengendalian internal Perseroan, seiring dengan semakin berkembangnya bisnis dan kegiatan operasional Grup, di akhir tahun 2015 Perseroan memulai proyek Compliance & Control Self Assessment (CCSA). Pada saat proyek diimplementasikan, diharapkan Unit Usaha dapat membantu Grup dalam mengantisipasi risiko-risiko, terutama untuk risiko yang memiliki dampak material pada Perseroan.

Sistem Manajemen Risiko
Sistem manajemen risiko Perseroan diterapkan guna mengevaluasi efektivitas lingkungan internal, penetapan tujuan, identifikasi kegiatan, penilaian risiko, pengelolaan risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, pengawasan.

Strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan risiko adalah dengan cara membagi risiko, menghindari risiko, mengurangi tingkat risiko melalui sistem pengendalian internal, atau menerima risiko yang ada. Risiko-risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi dua yaitu:

RISIKO EKSTERNAL
• Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan: Risiko akibat perubahan terhadap kebijakan dan peraturan baik yang dikeluarkan oleh Perseroan, Pemerintah, maupun pihak berwenang lainnya.
• Perubahan orientasi pelanggan: Risiko akibat perubahan orientasi pelanggan atau pemirsa.
• Perkembangan teknologi dan pesaing baru: Risiko akibat teknologi atau pesaing baru.
• Keluhan pelanggan: Risiko akibat keluhan atau ketidakpuasan pelanggan.

RISIKO INTERNAL
• Kesalahan proses: Risiko akibat kesalahan proses.
• Kegagalan melindungi aset: Risiko akibat adanya kelemahan dalam manajemen aset.
• Kegagalan produksi: Risiko akibat kesalahan atau penyalahgunaan sistem dan kegagalan produksi.
• Distribusi rendah: Risiko akibat kegagalan atau rendahnya distribusi hasil produksi kepada konsumen.

Selama tahun 2015 sistem manajemen risiko berlangsung efektif dengan melakukan beberapa pencegahan, antara lain:
• Mematuhi perubahan atau adanya undang-undang dan peraturan Pemerintah yang baru baik di industri media maupun perpajakan.
• Memantau selera pasar dengan mengevaluasi program-program berdasarkan hasil riset dari The Nielsen Company mengenai rating.

• Menjaga kualitas dan kesinambungan kegiatan operasional sehari-hari Perseroan dengan melakukan:
o Pembuatan kebijakan yang terpusat untuk menjaga konsistensi dan keseragaman prosedur di setiap proses bisnis di semua unit usaha Perseroan.
o Proses pengambilan keputusan berdasarkan matrix approval yang diketahui oleh Manajemen Perseroan, dan Koordinasi antara setiap unit usaha dalam pengembangan dan pengaturan SDM Proses audit berbasis risiko.
o Peningkatan pemantauan unit usaha terkait atas kepatuhan dalam kegiatan operasional pengembangan sistem manajemen kebijakan dan prosedur melalui intranet dan jaringan Web.

• Melakukan efisiensi melalui perbaikan proses, serta mendukung implementasi dan proyek transformasi bisnis melalui:
o Peningkatan proses kerja dan pengendalian proses melalui sistem yang djalankan secara terpusat.
o Eliminasi pelaksanaan kerja secara manual dan meningkatkan pelaksanaan kerja secara otomatisasi untuk mempercepat proses melalui sistem yang terintegrasi.
o Menurunkan risiko dengan memastikan proses governance berjalan dan mengurangi kesalahan atau eror data manual.
o Mempersiapkan rencana pengembangan yang akurat dan merekomendasikannya pada isu bisnis yang berulang.
o Meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja dengan mendukung integrasi tenaga kerja serupa pada unit yang berbeda.