NEWS HIGHLIGHT

Wednesday, 07 November 2018 15:59 wib
MNC Group & Kementrian Perhubungan Gelar Forum Pembiayaan Kreatif Infrastruktur Transportasi

JAKARTA - MNC Group bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan menggelar Forum Perhubungan dengan tema Pembiayaan Kreatif Pembangunan Infrastruktur Transportasi Indonesia. Acara sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat dan juga para stakeholder lainya.

Adapun dari pihak pemerintah dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Sesjen Kemenhub) Djoko Sasono, Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kepala Subdirektorat Persetujuan Dukungan Pemerintah Kementerian Keuangan Farid Arif Wibowo dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan I Gede Pasek Suardika.

Sementara itu dari pihak pengusaha dihadiri oleh Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar, Direktur Utama PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Hermawan serta Direktur Utama PT Sinarmas Land Franciscus Xaverius RD.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Sesjen Kemenhub) Djoko Sasono, mengatakan forum perhubungan ini sangat penting untuk mencari pembiayaan lain untuk pembangunan infrastruktur. Khususnya pembangunan infrastruktur transportasi yang tidak kalah pentingnya dengan pembangunan jalan maupun jalan tol.

Khususnya skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang belakangan terus digunakan oleh pemerintah. Menurutnya, dengan forum ini diharapkan investor bisa tertarik pada skema KPBU yang ditawarkan pemerintah.

"Kami berharap melalui Forum Kemenhub ini, diharapkan isu KPBU bisa dibahas secara tuntas sehingga harapan dan tujuan kita untuk memajukan negeri melalui pembangunan infrastruktur Indonesia. Isa berjalan dengan baik," ujarnya dalam acara Forum Perhubungan Pembiayaan Infrastruktur bersama MNC Group di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Djoko, tidak semuanya pembangunan infrastruktur khususnya transportasi bisa didanai oleh APBN. Sebab untuk transportasi saja, dibutuhkan dana sekitar Rp1.200 triliun untuk membangun infrastruktur.

Jika seluruhnya berasal dari APBN, maka pembangunan infrastruktur tidak akan jalan. Oleh karenanya dibutuhkan peran swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU.

"Saya berharap upaya kita lakukan bersama mampu membuat para pihak swasta tertarik membuat investasi bisnis transportasi di Indonesia. Hal tersebut merupakan kontribusi sektor swasta dalam membangun infrastruktur Indonesia untuk bertujuan berikan peluang dan kesempatan bagi sektor swasta untuk mengelola sektor transportasi, karena kebutuhan pembangunan infrastruktur kita sangat besar," jelasnya.

 

Sumber: www.okezone.com