EVENTS

Friday, 30 August 2019 10:35 wib
Sri Mulyani dan Hary Tanoe Bahas Ekonomi: Sinergikan SDM, Infrastruktur hingga Digital
JAKARTA - Perlu mensinergikan peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital dan proteksi terhadap kepentingan dalam negeri akan mendorong ekonomi Indonesia jauh lebih baik lagi ke depan.
 
Hal itu disampaikan Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan lebih dari 1.400 manager MNC Group dalam Manager Forum XLI bertema Indonesia _Economy in the Next 5 Years & Corporate Business Update_ di iNews Center, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
 
Hary memaparkan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang tengah digaungkan pemerintah merupakan langkah yang tepat. Sebab, kualitas SDM sangat berkaitan dengan produktivitas dan daya saing nasional. "Economic plan ke depan cukup bagus, karena fokusnya di SDM. SDM penting sekali, membuat masyarakat produktif," ungkapnya.
 
 
Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot pun dirasanya sangat penting, karena membuat berbagai aktivitas menjadi lebih efisien. Hanya saja, ada satu hal yang dinilainya perlu mendapat perhatian pemerintah. "Jangan lupa juga infrastruktur digital, karena sekarang ini sudah zaman digital," tutur Hary.
 
Tak kalah penting, lanjut Hary, meningkatkan proteksi terhadap kepentingan ekonomi dalam negeri. "Kalau semuanya dipadukan dengan tepat, saya rasa ekonomi kita akan jauh lebih baik lagi," tutur pengusaha yang memimpin lebih dari 100 perusahaan di bawah naungan MNC Group tersebut.
 
Dengan berbagai potensi yang dimiliki dan kebijakan yang mendukung tersebut, ekonomi Indonesia diyakini Hary akan terus tumbuh meski kondisi ekonomi global mengalami ketidakstabilan.
 
"Dalam perspektif saya, Indonesia lebih bagus dari negara lain, karena fundamental kita paling beda secara dasarnya dan lebih kuat. Kita punya sumber daya besar, ekonomi kita juga besar. Kita masuk 15 atau 16 besar ekonomi dunia," kata pria yang dua periode berturut-turut dipercaya memimpin Federasi Futsal Indonesia itu.
Pada kesempatan tersebut, Hary mengungkapkan dukungan MNC Group terhadap pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Salah satunya dengan ikut ambil bagian meningkatkan pariwisata. Seperti diketahui, MNC Group tengah menggarap proyek properti di Tabanan, Bali dan Lido, Jawa Barat.
 
Pembangunan resort mewah dan terintegrasi dengan melibatkan Trump Organization itu dipastikan bakal mendatangkan lebih banyak turis mancanegara. "MNC Group ikut mendorong peningkatan pariwisata Indonesia dan menciptakan lapangan kerja. Lido saja bisa menyerap tenaga kerja minimal 30 ribu orang. Jadi, begitu banyak masyarakat yang tertolong, karena pekerja punya keluarga," tuturnya.
 
Pada Manager Forum MNC Group tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan proyeksi ekonomi dalam 5 tahun ke depan dan langkah-langkah pemerintah dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak menentu. Dia optimistis Indonesia masih bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.
 
"Meski kinerja investasi kita mengalami tekanan, PMDN [penanaman modal dalam negeri] kita masih relatif kuat. Kita lebih terserang dari segi eksternal, yaitu CAD [current account deficit] dan capital flow," ucap perempuan berkacamata itu.
 
Pemerintah, kata Sri, memberikan insentif fiskal supaya investasi tetap berjalan. "Kita harus catat, meskipun sektor jasa kita meningkat, tetapi sektor manufaktur kita menurun. Kedua hal ini harus imbang supaya neraca terjaga," tuturnya.
 
Dia menambahkan meski ekonomi Indonesia masih bertahan kuat, bukan berarti ada imunitas terhadap lingkungan eksternal yang negatif. "Pertumbuhan kredit kita relatif kuat. Kita harus jaga momentum ini supaya tidak melemah. Indikator sosial ekonomi juga terus membaik, terutama dengan menurunnya angka pengangguran dan angka kesenjangan," tambah Sri.
 
 
Sumber : www.okezone.com